Senin, 13 Oktober 2008

panggilan hati

Ternyata yang paling menarik perhatian dalam pemutaran Film Laskar Pelangi Perdana bukan hadirnya insan film terebut, melainkan munculnya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Setengah bercanda saya tanyakan soal ini kepada seorang teman, kritikus film yang berdiri di sebelah nya. ”Inikan memang filmnya dia. Lihat saja nama sekolah dalam film ini,” komentarnya sambil tersenyum penuh makna.

Pak Din memang ikut menyaksikan film ini bersama jurnalis dan undangan yang lain yang memadati studio di sinepleks tersebut. Tengah hari usai film diputar dia turun ke arah restoran Planet Hollywood. Ada konperensi pers film ini di sana . Doktor lulusan UCLA inipun hadir untuk memberikan sepatah kata.

Saat menonton, Din mengaku jika dirinya sempat menangis. Menurut hematnya film ini sangat baik dan sarat dengan pesan moral yang kuat, atau dalam bahasa Inggrisnya excellent. Namun bagian ini yang paling menarik,” Saya menyerukan kepada khalayak ramai, kepada masyarakat Indonesia , khususnya warga Muhammadiyah untuk menonton film ini,” demikian sambutannya. Wah, ikut promosi juga.

Jejak Tokoh macam Din di tengah komunitas film lokal menjadi menarik untuk diikuti. Pasalnya, bukan hanya sekali ini saja dia hadir dalam peristiwa berbau film. Setahun lalu, Din tampak hadir dalam selamatan film Ayat-ayat Cinta di kawasan Tanah Abang. Seperti diketahui, film yang diadaptasi dari novel Habiburrachman El Shirazi ini belakangan sukses berat di pasaran.

Kemudian, bulan Agustus lalu Din juga memberikan sambutan dalam selamatan atas syuting film Perempuan Berkalung Sorban di kantor pusat PP Muhammadiyah, kawasan Menteng. Tak hanya memberi restu kepada sutradara Hanung Bramantyo yang akan mengarahkan film ini, Din juga berharap agar Hanung bisa segera menuntaskan film biopic tokoh besar pendiri Muhammadiyah yang juga pahlawan nasional KH Ahmad Dahlan sebelum Muktamar Muhammadiyah berlangsung tahun 2010.

Apapun yang dilakukan Din untuk komunitas film, bukan lagi menjadi persoalan. Bahkan, boleh jadi kehadirannya merupakan solusi bagi para penanam modal yang bergerak di bidang film. Hal yang dikemukakan di atas sudah jelas terbukti. Produser film Ayat-ayat Cinta kini sudah merasakan nikmatnya efek turunan itu. Jumlah penonton film drama-religi itu mencatat rekor penonton yang entah sampai kapan bisa terpecahkan. Dan semoga dengan kehadiran Pak Din lagi, rekor tersebut kembali bisa terlewati.

0 komentar: